Sabtu, 01 Agustus 2009

MENGAPA MENYELIDIKI KEBANGKITAN YESUS

MENGAPA MENYELIDIKI PASKAH ? (KEBANGKITAN YESUS)

Bagaimana jika ada Tuhan ?

Bagaimana jika ada rencana ilahi bagi umat manusia?

Bagaimana jika jiwa atau roh seseorang ada untuk selamanya?

Bagaimana jika ada sorga dan neraka?

Bagaimana jika ultimatum Alkitab akan sorga dan neraka benar?

Bagaimana jika berkomitmen kepada Yesus merupakan satu-satunya jawaban untuk mencapai sorga?

Apabila semua ini benar, maka memahami dan menerima rencana Tuhan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Lebih penting dari liburan berikutnya. Bahkan lebih penting daripada slip gaji berikutnya. Dan pilihan kita yang berkenaan dengan rencana itu akan mempengaruhi kita selamanya. Itu merupakan pilihan yang dapat membawa sukacita sejati di bumi ini. Pilihan yang dapat berarti “tak ada lagi penderitaan dan tak ada lagi air mata” selamanya, Atau pilihan yang akan membawa pada kengerian abadi.

Akankah Tuhan mengharapkan kita menerima rencana-Nya berdasarkan iman ? Ya dan tidak, karena sejarah tak akan pernah dapat “terbukti”. Sebaliknya, bukti merupakan satu-satunya dasar untuk memverifikasi fakta sejarah. Apakah ada bukti untuk kebangkitan Yesus ? Tentu saja. Ada jauh lebih banyak bukti untuk kebangkitan Yesus daripada untuk peristiwa lain apapun dalam sejarah dunia.

Seringkali orang-orang tidak menjalin hubungan dengan Tuhan karena mereka gagal menyelidiki dan memahami kepercayaan mereka. Beberapa orang diajari kepercayaan yang salah sejak lahir, yang tidak pernah mereka pertimbangkan secara objektif. Beberapa orang disesatkan oleh individu-individu yang dengan cerdik mengutak-atik fakta-fakta dan mengatakan kepada orang-orang apa yang ingin mereka dengar. Dan ada berlimpah-limpah bukti untuk paskah pertama dan pesan luar biasa yang dibawakannya kepada umat manusia. Karena itu kita mungkin saja menolak Tuhan karena apatis… atau karena kesombongan diri… atau karena alasan lain. Namun kita tidak memiliki dasar untuk menolak Tuhan karena kurangnya bukti jika kita ingin mengambil waktu untuk mencarinya. Sebagaimana dikatakan Alkitab, “mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20).

PASKAH PERTAMA

- ISU-ISU SEBENARNYA -

Isu yang sebenarnya dari paskah pertama –Yesus Kristus – telah dianalisis jauh lebih sering daripada siapapun dalam sejarah dunia

1. Apakah Yesus benar-benar eksis

Eksistensi Yesus merupakan salah satu fakta yang paling kokoh dalam sejarah. Ribuan manuskrip awal yang selamat dari upaya-upaya pembasmian besar-besaran yang memberikan dukungan untuk eksistensi Yesus jauh lebih banyak daripada dukungan yang ada untuk fakta sejarah lainnya. Dan konfirmasi martir-martir Kristen mula-mula yang masih hidup pada masa Yesus tidak dapat disangkal.

2. Sebenarnya Tentang Apakah Paskah Itu ?

Inti paskah adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia dipisahkan dari Tuhan oleh dosa. Tuhan mengharuskan suatu korban sempurna agar hubungan-hubungan manusia dengan-Nya dapat ditebus. Penebusan itu disediakan, bagi mereka yang menerima-Nya, dengan kematian Anak Tunggal-Nya. Kebangkitan (Paskah) memverifikasi peran Yesus dan kemenangan puncak-Nya atas dosa. Perjanjian Lama penuh dengan ratusan pesan yang mempersiapkan manusia untuk kehadiran Yesus dan memverifikasi kedatangan-Nya.

3. Mengapa Yesus Penting ?

Sukacita di Bumi dan untuk selama-lamanya. Kekuatan untuk menghadapi tantangan apapun. Kehidupan kekal bersama Tuhan. Semua orang harus membuat pilihan untuk menerima atau menolak Dia yang dengan penuh kasih memberikan nyawa-Nya untuk kita. Tidak membuat keputusan juga merupakan pilihan … penolakan. Yesus memberikan karunia-karunia Cuma-Cuma di atas kepada siapa saja.

PASKAH PERTAMA

- FAKTA-FAKTA SEJARAH KUNCI -

  1. Kubur Yang Kosong : Kubur itu kosong. Jasad Yesus tidak pernah ditemukan. Musuh-musuh awal pasti melakukan sesuatu untuk menemukan jenazah-Nya dan membungkam kisah kebangkitan untuk selamanya. Kubur itu juga dijaga sangat ketat untuk menghindari pencurian.
  2. Nubuat-Nubuat Kitab Suci : Nubuat-nubuat mendetail memberitahukan banyak fakta tentang Sang Mesias. Siapa Ia kelak, apa yang akan Ia lakukan, kapan Ia akan datang, di mana Ia akan dilahirkan.
  3. Nubuat-Nubuat Yesus Sendiri : Yesus sendiri menubuatkan detail-detail kematian dan kebangkitan-Nya. Ini menguatkan keilahian-Nya.
  4. Perubahan Paulus : Seorang pemimpin terkemuka, penganiaya terhadap orang-orang Kristen, melepaskan kekayaannya, posisi dan statusnya begitu ia bertemu Yesus yang sudah bangkit. Paulus bahkan menuliskan sebagian besar Perjanjian Baru.
  5. Saksi-Saksi Lain : banyak orang menyaksikan Kristus yang sudah bangkit… lebih dari 500 orang melihat Yesus setelah kebangkitan (1 Korintus 15:6). Apabila kebangkitan tidak benar, laporan-laporan Injil yang disebarluaskan tidak akan pernah dapat bertahan menghadapi ujian waktu.
  6. Ledakan Manuskrip : Belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi ledakan laporan akan sebuah peristiwa, seperti laporan tentang kelahiran, kehidupan dan kebangkitan Yesus. Catatan sejarah tersedia bagi banyak saksi mata.
  7. Terbentuknya Jemaat Dengan Cepat : Peristiwa-peristiwa yang menyebabkan terbentuknya jemaat – sebuah kumpulan yang selamat dari penganiayaan yang paling terarah dan intensif sepanjang masa.
  8. Bukti Non-Kristen : Beberapa penulis-penulis non-Kristen mencatat fakta-fakta tentang Yesus, murid-murid-Nya dan kebangkitan.
  9. Kemartiran Murid-Murid : Sebelas orang yang tahu pasti akan kebenaran Yesus dan kebangkitan-Nya, bersedia – bahkan dengan sukacita – mati untuk mendukung laporan sejarah. Itu mencerminkan upaya sengaja murid-murid untuk memastikan catatan sejarah tetap utuh, kendati harganya adalah hukuman mati.

10. Para Martir Historis : Jutaan orang, banyak yang dapat berkomunikasi dengan para saksi mata, bersedia mati untuk mempertahankan catatan sejarah.

11. Catatan Yahudi : bahkan orang-orang yang dengan keras menentang Yesus memberikan bukti sejarah, termasuk ratusan nubuat, hari-hari raya nubuatan, dan rujukan-rujukan dalam tulisan-tulisan seperti Talmud.

12. Arkeologi : Para Arkeolog percaya bahwa mereka telah menemukan tempat kelahiran Yesus. Juga ditemukan bukti menarik lainnya akan eksistensi Yesus dan luasnya pengetahuan akan kebangkitan.

APAKAH YESUS EKSIS ?

Sebenarnya hampir semua agama –bahkan yang menentang Dia- mengakui eksistensi Yesus. Selama ratusan tahun, eksistensi Yesus diterima secara luas sebagaimana eksistensi Abraham Lincoln diterima pada saat ini. Baru dalam sejarah relatif belakangan ini, beberapa orang mempertanyakannya. Mungkin dalam beberapa ribu tahun mendatang, eksistensi Tn. Lincoln juga akan dipertanyakan.

Catatan Sejarah Kristen

Banyaknya catatan sejarah Kristen jauh melampaui jumlah catatan apapun tentang siapapun yang pernah hidup di planet ini. Manuskrip-manuskrip awal yang masih ada melebihi 24.000. Yang paling awal ditulis 25 tahun setelah kematian-Nya. Tidak ada karya kuno lainnya yang mendekati kredibilitas dokumenter Alkitab, termasuk semua karya yang kita terima sebagai karya sejarah. Beberapa contohnya adalah:

Manuskrip utama yang eksis Jumlah Catatan Awal Lamanya peristiwa sampai manuskrip yang eksis
Gallic War – Julius Caesar 10 1000 tahun
Sejarah – Pliny the Younger 7 750 tahun
Sejarah – Thucydides 8 1300 tahun
Sejarah – Herodotus 8 1300 tahun
Iliad – Homer 643 500 tahun
Perjanjian Baru 24.000 + 25 tahun

Banyaknya jumlah laporan tentang kebangkitan sangat luar biasa dengan pertimbangan bahwa:

  1. Yesus tidak menduduki posisi penting dalam masyarakat pada waktu itu. Ia bukan seorang Raja, bukan seorang pemimpin agama dan bukan seorang jenderal Bagi Roma, Yesus hanyalah seorang tukang kayu rendahan yang berasal dari kota kecil terpencil dengan pelayanan tiga tahun yang kurang memadai. Roma hampir tidak mengenal Yesus sampai kesaksian para saksi mata belakangan mengancam stabilitas politik dan religius.
  2. Catatan-catatan tentang Dia selamat dari upaya pembasmian paling intensif sepanjang masa. Berkembang pesat dalam jumlah: Saksi-saksi Kristen yang dibunuh, catatan-catatan tertulis dibakar, dan siapapun yang mengaku percaya kepada Kristus dihukum mati. Pada tahun 303 M, dikeluarkan sebuah maklumat untuk memusnahkan Alkitab di seluruh dunia. Mereka yang kedapatan memiliki Alkitab dibunuh.
  3. Tidak ada mesin cetak, dan populasi dunia masih rendah waktu itu. Jumlah manuskrip awal yang selamat luar biasa mengejutkan, mengingat semuanya disalin dengan tangan dalam populasi manusia yang jauh lebih sedikit. Hanya 138 miliar orang yang ada pada masa itu, tanpa metode duplikasi otomatis untuk mencetak kata. Apa yang memotivasi pekerjaan yang sedemikian intensif ?

Apakah bertahannya catatan Kristen secara luar biasa merupakan suatu mukjizat atau sekedar meluasnya suatu mitos ? mengapa agama-agama lain – dengan pemimpin yang lebih menonjol, dengan pelayanan seumur hidup, dengan penganiayaan lebih sedikit – tidak memiliki bukti serupa ? Sesuatu yang besar telah terjadi.

DOKUMENTASI MANUSKRIP

Posisi seorang penyalin Yahudi merupakan salah satu yang paling menuntut dan dihargai di zaman Alkitab. Setelah menjalani latihannya selama bertahun-tahun, para penyalin baru diizinkan mempraktekkan profesinya setelah berumur 30 tahun. Kadang-kadang dirujuk sebagai doktor Hukum, mereka bergabung dengan para imam dalam mengajarkan Hukum.

ATURAN-ATURAN PENYALINAN KITAB SUCI

Pencatatan Kitab Suci merupakan tanggung jawab yang serius. Begitu pentingnya reproduksi yang tepat sehingga para penyalin Yahudi dipaksa mengikuti aturan-aturan yang menuntut ini kapan saja manuskrip disalin:

  1. Gulungan-gulungan kitab –kertas, tinta, dan permukaan harus disiapkan secara khusus.
  2. Spesifikasi-spesifikasi ketat – jumlah kolom spesifik, 37 huruf per kolom.
  3. Master harus digunakan – tidak ada duplikat dari duplikat.
  4. Setiap huruf harus dikonfirmasi secara visual – tidak ada penulisan frase.
  5. Jarak antar huruf diperiksa dengan seutas benang.
  6. Alfabet – setiap huruf dihitung dan dibandingkan dengan masternya.
  7. Huruf-huruf per halaman dihitung, dan dibandingkan dengan masternya.
  8. Huruf tengah gulungan kitab diverifikasi apakah sama dengan masternya.
  9. Satu kesalahan – gulungan kitab dimusnahkan.

BUKTI KEOTENTIKAN:

Tidak mengejutkan, para kritikus Alkitab, khususnya mereka yang mengetahui mukjizat-mukjizat nubuat, menyiratkan bahwa Alkitab diubah, diganti, dan entah disalahgunakan. Umumnya orang-orang mengklaim bahwa Alkitab dikendalikan oleh Gereja Katholik Roma, yang diduga memiliki “kesempatan dan motif” untuk mengubah Kitab Suci untuk mencapai tujuannya. Para kritikus semacam ini melewatkan beberapa fakta kunci. Terdapat dua set tak terbantahkan bahwa umat manusia kini memiliki apa yang tidak dikendalikan secara historis oleh Gereja Kristen dan memverifikasi keotentikan pesan yang terdapat dalam kata-kata Alkitab yang kita baca saat ini:

SEPTUAGINTA

Hampir 300 tahun sebelum Kristus, dunia menjadi begitu terbiasa dengan bahasa Yunani sehingga bahasa Ibrani mulai “hilang”. Dianggap lebih penting untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam sebuah bahasa yang umum daripada berusaha mengajarkan bahasa Ibrani kepada semua orang. Sekelompok sarjana elite yang terdiri dari 70 orang berkumpul untuk menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Yunani. Hasilnya adalah dokumen yang disebut Septuaginta (bermakna “tujuh puluh”), yang disusun sekitar tahun 250 SM. (beberapa salinannya dibuat dengan menggunakan teknik-teknik para penyalin di atas). Kini kita masih memiliki salinan-salinan dari terjemahan-terjemahan awal. Pesan Septuaginta konsisten dengan terjemahan Alkitab.

GULUNGAN-GULUNGAN KITAB LAUT MATI

Keraguan apapun mengenai transmisi akurat menuskrip-menuskrip terhapus pada tahun 1947 dengan ditemukannya ratusan gulungan kitab yang terkubur hampir selama 2000 tahun. Banyak yang ditulis sebelum 100 SM. Perbandingan dengan salinan-salinan Yahudi yang belakangan dengan jelas menunjukkan tidak adanya perubahan.

BUKTI NON-KRISTEN

Hanya sedikit karya tulisan apa pun dari periode tahun 30 M, sampai dengan 60 M. yang masih ada. Semua karya dari tahun 50-60 M. yang masih ada dikatakan hanya cukup untuk membuat 2 penahan buku berjarak satu kaki jauhnya satu dengan lainnya. Pembunuhan orang-orang Kristen atas perintah Nero pada tahun 64 M. membuat orang-orang non-Kristen menulis tentang Yesus:

1. Tulisan-tulisan dari Para Rabi Yahudi. Beberapa bagian dari Talmud dan tulisan-tulisan Yahudi lainnya dengan jelas merujuk pada Yesus Kristus. rujukan-rujukan itu termasuk :

- “Penggantungan” Yesus (di sebuah salib) pada malam Paskah [ditulis: sekitar 40-180 M.]

- Mengidentifikasi Yesus dan nama lima orang muridnya.

- Penyembuhan dalam nama Yesus.

- Olok-olokan terhadap “pernyataan” kelahiran Yesus oleh seorang perawan, dan mengimplikasikan “ketidaksahan” -Nya

2. Thallus (sekitar tahun 52 M.) Karya sejarah yang dirujuk oleh Julius Africanus. Menjelaskan kegelapan pada saat kematian Kristus sebagai gerhana matahari. Walaupun tidak terjadi gerhana pada periode itu (di jelaskan oleh Julius Africanus), rujukan pada kematian Yesus disebutkan sebagai kenyataan.

3. Josephus (sekitar 64-93 M.) Sejarawan Yahudi ini merujuk pada Yesus, mukjizat-mukjizat-Nya, penyaliban-Nya, dan murid-murid-Nya. Yang juga dirujuk adalah Yakobus, “saudara laki-laki Yesus yang disebut juga Kristus”, dan Yohanes Pembaptis.

4. Cornelius Tcitus (sekitar 64-116 M.) Menulis untuk menghalau desas-desus bahwa Nero menyebabkan kebakaran besar di Roma pada tahun 64 M., ia merujuk pada orang-orang Kristen sebagai para pengikut “Christus”, yang “menjalani hukuman mati pada masa pemerintahan Tiberius, oleh keputusan prokurator Pontius Pilatus.” Kebangkitan disebut “takhayul yang jahat”.

5. Pliny the Younger atau Pliny yang Lebih Muda(sekitar tahun 112 M.) Sebagai gubernur Bitinia di Asia Kecil, ia meminta panduan dari Roma mengenai ujian yang tepat untuk diberikan kepada orang-orang Kristen sebelum menghukum mereka. (Bila mereka meninggalkan iman mereka, mengutuk Yesus, dan menyembah patung Kaisar Trajan, mereka dibebaskan).

6. Hadrian (sekitar tahun 117-138 M.) Sebagai respons terhadap pernyataan-pernyataan mengenai hukuman atas orang-orang Kristen yang menjauhkan orang-orang dari dewa-dewa kafir, yang mempengaruhi penjualan berhala-berhala, Hadrian memerintahkan agar mereka “diperiksa” berkenaan dengan iman mereka (mirip dengan respons pada Pliny the Younger).

7. Suetonius (sekitar tahun 120 M.) Seorang sejarawan yang menulis tentang peristiwa-peristiwa pada tahun 40-60 M. Ia merujuk pada Kristus, kebangkitan yang merupakan “takhayul yang berbahaya dan tidak lazim”, dan pada orang-orang Kristen yang dihukum mati oleh Nero.

8. Phelegon (sekitar tahun 140 M.) Dirujuk oleh Julius Africanus dan Origen, ia merujuk pada “gerhana”, gempa Bumi, dan pada nubuat-nubuat Yesus.

9. Lucian dari Samosata (sekitar 170 M.) Satiris Yunani ini menulis tentang orang-orang Kristen, Kristus, penyaliban, martir-martir Kristen, dan “kepercayaan-kepercayaan baru dan tidak lazim”.

10. Mara Bar-Serapion (sebelum 70+ M.) Seorang filsuf Syria, ia menulis dari penjara kepada putranya, membandingkan Yesus dengan Socrates dan Plato.

APAKAH KEBANGKITAN YESUS BENAR-BENAR TERJADI ?

Sebagaimana yang telah diindikasikan halaman-halaman sebelumnya, penyaliban Yesus didokumentasikan dengan sangat baik dan diterima sebagai fakta. Dengan demikian pertanyaan pentingnya adalah, apakah Yesus bangkit dari kematian, membuktikan pernyataan dirinya sebagai Tuhan yang berinkarnasi ? Atau apakah terjadi hal lain pada jasad-Nya ? atau apakah Ia tidak pernah mati sama sekali ?

Kunci pada isu ini adalah arti penting lokal yang diberikan pada penanganan hukuman mati. Ucapan yang penuh kuasa dan makna serta banyaknya mukjizat membuat rakyat meminta Yesus menjadi raja. Ini mulai mengancam stabilitas politik lokal Roma dan kekuasaan religius pemimpin Yahudi yang dikritik Yesus secara terbuka. Kematian Yesus serta pencegahan muslihat harus dipastikan, karena sebelumnya Yesus telah menyatakan bahwa Ia akan mengalahkan kematian. Akibatnya, diambil tindakan pencegahan sedapat mungkin (Matius 27:62-66).

Alkitab mengimplikasikan bahwa penyebab kematian Yesus adalah cardiac arrest (gagal jantung), diindikasikan oleh darah dan air yang mengalir keluar dari luka tikaman tombak (para pakar medis mengkonfirmasi ini). Untuk mengamankan jasad-Nya, ditempatkan penjaga-penjaga Roma di luar kuburan. Penjaga-penjaga semacam ini terdiri dari 16 serdadu, dengan rotasi disiplin untuk tidur di waktu malam (setiap empat jam, empat serdadu akan bergantian berjaga). Para penjaga itu akan dijatuhi hukuman penyaliban Roma bila mereka tidur pada jam tugas mereka atau meninggalkan pos mereka. Gagasan bahwa semua penjaga tertidur, dengan mempertimbangkan hukuman mati tadi sangatlah tidak masuk akal. Untuk lebih memastikan keamanan, sebongkah batu seberat dua ton digulingkan ke depan kuburan Yesus dengan materai Pontius Pilatus di atasnya. Membuka materai itu tanpa persetujuan para penjaga resmi Roma berarti disalib terbalik. Isu sentralnya – yang tidak dapat dijelaskan oleh para pemimpin Yahudi, khususnya mengingat banyaknya tindakan pencegahan yang dilakukan – adalah …

Apa yang terjadi dengan jenazah Yesus bila Ia tidak bangkit dari kematian sebagaimana yang diindikasikan dalam laporan-laporan Injil ?

Penjelasan resminya adalah bahwa murid-murid mencuri jasad itu selagi para penjaga tertidur (dengan para imam melindungi para penjaga dari gubernur). Gagasan ini perlu karena tak seorangpun dapat menghasilkan tubuh mati Yesus, yang akan menghentikan kisah kebangkitan untuk selamanya. Apakah pencurian jenazah Yesus sangat tidak mungkin ?

  1. Keenam belas penjaga pasti menghadapi risiko hukuman penyaliban apabila tertidur atau meninggalkan tugas. Pasti ada seorang penjaga yang tidak tertidur.
  2. Murid-murid Yesus dalam keadaan terguncang, takut dan kacau balau, setelah melihat Tuan mereka disalibkan. Apakah masuk akal untuk berpikir bahwa mereka akan segera menciptakan rencana cemerlang dan dengan sempurna melaksanakannya pada hari istirahat Sabat ?
  3. Motif apa yang dimiliki murid-murid ? Jika Yesus bukanlah Anak Allah seperti yang Ia nyatakan, mencuri jasad-Nya akan menciptakan suatu dusta tanpa manfaat apapun – dan kematian tanpa guna bagi murid-murid.

Analisis atas Penjelasan-Penjelasan Lain :

Apakah Yesus benar-benar mati ?

Saat itu penyaliban dilakukan lebih rutin, dan lebih menguras fisik untuk periode yang lebih lama, daripada kursi listrik di masa kini. Mungkinkah para algojo seprofesional itu tidak mengenali kematian ? Tikaman terakhir tombak ke daerah jantung adalah untuk memastikan bahwa seseorang sudah mati. Terhadap seorang ancaman politik seperti Dia, mereka harus yakin. Jika Yesus tidak mati, apakah seorang yang “setengah mati” dapat menggerakkan batu seberat dua ton dari dalam kubur dan melarikan diri dari sepasukan penjaga Roma tanpa terlihat ?

Apakah jasad-Nya dicuri pada waktu malam ?

Dengan tidak adanya senter atau sensor infra merah pada masa itu, mungkinkah sekumpulan murid ketakutan yang membawa-bawa obor dapat melewati sepasukan penuh penjaga Roma, menggerakkan batu seberat dua ton dan tidak terlihat ? lebih jauh lagi, dua hari Sabat sangat membatasi gerakan. Dan sekali lagi, untuk motif apa ?

Para Saksi Mata Kebenaran, Mati Untuk Menceritakan Kisah Itu

Kemartiran demi suatu kepercayaan adalah tidak unik. Namun orang seperti apa yang bersedia mati demi suatu dusta yang diketahuinya ? Seorang yang gila ? Apakah semua murid mau menghadapi kesulitan dan kematian demi suatu dusta yang mereka ketahui ? Murid-murid bersama Yesus terus-menerus selama tiga tahun. Mereka pasti mengetahui kebenaran kebangkitan. Berdusta tidak akan berguna karena pelayanan Yesus nanti akan diperdebatkan. Namun catatan-catatan dan laporan-laporan sejarah tentang para murid, mengindikasikan bahwa mereka semua dibunuh secara kejam karena kepercayaan mereka (kecuali Yohanes). Yakobus dirajam, Petrus disalibkan terbalik, Tadeus dibunuh dengan panah, Matius dan Yakobus (Zebedeus) dibunuh dengan pedang, dan yang lainnya disalibkan.

Kesaksian Katakombe

Di bawah kota Roma membentang goa-goa berukir sepanjang 900 mil di mana lebih dari 7 juta orang Kristen, banyak yang dihukum mati karena kepercayaan mereka, dikuburkan. Yang lain-lain bersembunyi di bawah goa-goa ini selama berlangsungnya penganiayaan hebat atas orang-orang Kristen. Inkripsi-inkripsi yang paling awal diketahui di dinding-dinding bertanggal 70 M. beberapa penghuni awalnya mungkin berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang telah melihat Yesus. Sejak sekitar tahun 400 M, Katakombe di kuburkan dan “terlupakan” selama lebih dari 1000 tahun. Pada tahun 1578 Katakombe diketemukan kembali secara tidak sengaja. Kini Katakombe dapat dilihat sebagai saksi bisu akan banyak orang yang lebih memilih mati daripada mengutuk Yesus atau bersujud pada patung seorang kaisar. Martir-martir Kristen sangat berbeda dari martir-martir dunia lainnya dalam hal bahwa fakta-fakta sejarah merupakan landasan kepercayaan mereka – fakta-fakta yang dapat diverifikasi pada masanya, bukan sekedar pemikiran-pemikiran.

Saksi-Saksi Lawan Berubah Menjadi Kristen

Paulus, seorang pemimpin penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, melepaskan kekayaan, kekuasaan, dan kenyamanan setelah melihat Kristus yang sudah bangkit, kemudian menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Dua anggota Sanhedrin (yang tidak hadir ketika Sanhedrin menjatuhkan hukuman atas Yesus) secara diam-diam menjadi murid Yesus. Saudara-saudara kandung Yesus yang tidak percaya, Yakobus dan Yudas, belakangan menjadi percaya setelah kebangkitan. Persidangan-persidangan hukum menganggap saksi-saksi lawan sangat penting, karena mereka cenderung mempersoalkan fakta-fakta yang mendukung lawan mereka. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa saksi-saksi lawan berubah menjadi orang-orang yang percaya kepada Yesus.

BUKTI ARKEOLOGIS KEBANGKITAN YESUS

Para Arkeolog telah menemukan dukungan kuat untuk banyak detail dari kehidupan Yesus. Beberapa contohnya adalah:

Bukti tidak langsung akan kebangkitan

Bukti bahwa orang-orang pada masa Yesus mempercayai kebangkitan terdapat pada peti-peti tulang (ossuary-wadah serupa jambangan untuk tulang-belulang) yang diketemukan dalam sebuah kuburan terkunci di luar Yerusalem pada tahun 1945. Koin-koin yang dicetak sekitar tahun 50 M, ditemukan dalam peti-peti itu, menunjukkan bahwa penguburan tersebut dilakukan dalam kira-kira 20th setelah penyaliban Yesus. Tanda-tanda pada peti-peti mati tersebut mudah dibaca dan mencakup kata-kata (dalam bahasa Yunani): “Yesus, tolong” dan “Yesus, bangkitkanlah dia.” Pada peti-peti mati itu juga terdapat beberapa salib, ditandai dengan jelas dengan menggunakan arang. Ini membuktikan bahwa orang-orang Kristen mula-mula percaya pada kemampuan Yesus untuk menang atas kematian. Ini juga terkait dengan pemikiran tentang kemenangan atas kematian di salib.

Sebelum kebangkitan, “perampokan kuburan” tidak dianggap sebagai pelanggaran serius. Kebangkitan mengubah hal tersebut. Suatu inkripsi yang ditemukan di sebuah kuburan di Nazaret memperingatkan bahwa siapapun yang kedapatan mencuri dari kuburan akan menerima hukuman mati. Para sarjana percaya bahwa inkripsi itu ditulis seawal-awalnya pada pemerintahan Tiberius (berakhir tahun 37 M) atau selambat-lambatnya pada pemerintahan Claudius (41-45 M). Yang manapun kasusnya, itu pasti sesaat sesudah penyaliban. Secara wajar, Nazaret yang adalah kampung halaman Yesus pasti “menarik” bagi para pejabat.

KAIN KAFAN YESUS ?

Sebuah kain kafan (Kain Kafan dari Turin) oleh banyak orang dianggap sebagai kain kafan Yesus yang sebenarnya (Matius 27:59; Markus 15:46; Lukas 23:53). Beberapa Hal yang mendukung keasliannya adalah:

  1. Tes-tes yang mengkonfirmasi jenis serat dan partikel-partikel kecil dari debu batu kapur yang hanya ada di wilayah tersebut.
  2. Konfirmasi darah, pada luka-luka yang posisinya tepat seperti yang diindikasikan dalam laporan-laporan hukuman mati Yesus yang unik.
  3. Konfirmasi penyaliban sebagai kemungkinan penyebab kematian berdasarkan citra yang dihasilkan… sesuai dengan tubuh yang sudah mati.
  4. Perkiraan tanggalnya adalah sekitar penyaliban.

Beberapa pakar telah dapat membuat tiruan citra pada kain kafan itu dengan menggunakan teknologi masa kini. Beberapa orang percaya bahwa kain kafan itu merupakan muslihat rumit abad ke empat belas. Isu terakhirnya, yaitu apakah kain kafan itu digunakan oleh Yesus, bagaimanapun juga, tidak akan pernah pasti.

APAKAH KEBANGKITAN BERSIFAT FISIK ?

Beberapa orang (dan bahkan beberapa organisasi) berupaya meminimalkan atau bahkan menyanggah kebangkitan fisik Kristus. Mengapa ? Mungkin karena itu meruntuhkan pernyataan-pernyataan Yesus akan keilahian-Nya. Seorang nabi harus 100 persen akurat untuk menjadi seorang nabi Tuhan, dan Yesus dengan jelas mengindikasikan bahwa Ia akan bangkit kembali secara fisik dari kematian (Yohanes 2:19-22). Atau mungkin orang-orang ingin mengurangi peran dan kuasa Yesus. Fakta-fakta dengan jelas menyatakan bahwa kebangkitan Yesus nyata dan bersifat fisik.

Kebangkitan merupakan peristiwa yang amat sangat penting bagi orang-orang Yahudi di daerah itu. Kaum Saduki dan Farisi berdebat sengit tentang konsep kebangkitan, lama sebelum Yesus. Setelah Paskah pertama, orang-orang berselisih tentang Kebangkitan, orang-orang memenjarakan orang lain karena Kebangkitan, bahkan banyak orang-orang mati karena Kebangkitan. Pada masa sesudah Kebangkitan, tidak ada keraguan bahwa banyak orang percaya bahwa Yesus muncul kembali dalam wujud fisik.

Laporan-laporan yang dicatat dalam Perjanjian Baru berhasil bertahan dalam ujian pemeriksaan saksi mata. Laporan-laporan tentang kebangkitan dapat dengan mudah dipertanyakan oleh orang-orang pada masa itu. Pada masa awal, tidak ada catatan tentang siapapun yang menyatakan bahwa Yesus adalah sesosok bayangan (hantu) atau halusinasi atau “makhluk halus”. Agar memiliki makna penting, kebangkitan harus merupakan kebangkitan tubuh, seperti yang diindikasikan oleh Yesus sendiri. Beberapa rujukan mendukung ini.

Makan, Minum, Menjamah

Apakah roh dapat makan ? Minum ? Menjamah ? Tidak ada bukti historis akan wujud roh apapun yang dapat melakukan fungsi-fungsi manusia kecuali roh itu menjadi manusia terlebih dahulu (misalnya malaikat menjadi manusia). Yesus, di sisi lain, secara spesifik membuat verifikasi penting akan eksistensi fisik-Nya dengan makan dan minum setelah kebangkitan (Lukas 24:37-43).

Apakah roh atau halusinasi dapat disentuh atau dirasakan ? Tomas, murid yang paling peragu, pasti percaya bahwa menjamah merupakan kriteria utama untuk “bukti”. Yesus secara fisik menampakkan diri kepada Tomas (dan yang lainnya), menantang dia untuk melihat bekas paku di kedua tangan-Nya dan menjamah pinggang-Nya (Yohanes 20:25-28).

YESUS – APAKAH IA ADALAH TUHAN ?

Orang-orang Kristen menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan (sebenarnya) yang muncul di dunia dalam daging manusia. Konsep Kristen akan satu Tuhan semesta alam mencakup tiga bagian yang sangat berbeda namun tak terpisahkan: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

APAKAH YESUS BERPIKIR BAHWA IA ADALAH TUHAN ?

Yesus sering merujuk pada ketuhanan-Nya sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun Yesus menegaskan bahwa ia adalah sang Mesias (Markus 14:62,63), ia tidak menggunakan istilah Mesias untuk merujuk pada diri-Nya sendiri, mungkin untuk membedakan Dia dalam ketuhanan-Nya dari pengharapan luas akan seorang Mesias manusia. Yesus kerap menggunakan istilah “Anak Manusia” dan “Anak Allah” untuk diri-Nya sendiri. Keduanya merujuk pada sifat ilahi-Nya (Daniel 7:13, 14; Matius 26:63, 64). Yesus juga menggunakan kata-kata spesifik “Aku” (Ego eimi dalam bahasa Yunani, ani bu dalam bahasa Ibrani) dalam beberapa kesempatan (misalnya Yohanes 8:56-58). Allah menggunakan kata-kata ini untuk mendeskripsikan diri-Nya kepada Musa. Yesus juga menyatakan secara spesifik bahwa Ia dan Allah adalah “satu” (Yohanes 10:30).

Dan Yesus dengan jelas mengindikasikan bahwa Ia memiliki otoritas atas hal-hal yang dikendalikan hanya oleh Tuhan, seperti pengampunan atas dosa (Markus 2:5-10), kuasa kata-kata-Nya yang tak berkesudahan (Matius 24:35), penerimaan akan kemuliaan (Yohanes 17:5), dan yang juga penting adalah penerimaan Yesus akan penyembahan (Lukas 5:8; Yohanes 20:28). Dasar monoteistik Yahudi yang kuat, mutlak melarang penyembahan terhadap apapun selain satu Tuhan sejati. Analisis atas kehidupan Yesus –mukjizat-mukjizat-Nya yang penuh belas kasihan, gaya hidup-Nya yang sempurna, dan kasih-Nya – mengindikasikan bahwa pernyataan-pernyataan-Nya dapat dipercaya, dan mungkin merupakan bukti terkuat akan keilahian-Nya.

APAKAH ORANG LAIN BERPIKIR BAHWA YESUS ADALAH TUHAN ?

Murid-murid Yesus memandang Yesus sebagai Tuan dalam daging manusia, dan mereka menyembah Dia sebagai demikian (Lukas 5:8, Yohanes 20:28). Tentunya, menyaksikan kebangkitan dan transfigurasi (Matius 17:1-5) merupakan bukti tak terbantahkan bagi mereka. Perjanjian baru dan tulisan-tulisan Kristen mula-mula mendefinisikan Yesus sebagai Tuhan … Tuhan kami… di bumi sini (1 Korintus 8:6; 1 Timotius 2:5).

ADAKAH BUKTI LAIN AKAN KETUHANAN YESUS ?

Banyak orang mengatakan bahwa mukjizat-mukjizat Yesus merupakan bukti ketuhanan-Nya. Namun terdapat banyak catatan tentang mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh orang lain (dalam Alkitab dan lain-lain). Alkitab mengatakan bahwa penggenapan nubuat secara sempurna membuktikan campur tangan Tuhan (Ulangan 18:21, 22). Kemungkinan semua nubuat Perjanjian Lama tentang Yesus menjadi kenyataan dalam seorang manusia adalah di luar kemungkinan statistik tanpa campur tangan ilahi. Dan Yesus dinubuatkan dengan keakuratan sempurna tentang hal-hal seperti waktu kematian-Nya, cara kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan pemunculan-Nya belakangan di Galilea. Kesempurnaan nubuatan-Nya digabungkan dengan pernyataan-Nya sebagai Tuhan merupakan verifikasi akan ketuhanan Yesus.

MENGAPA NUBUAT PENTING ?

Manusia terobsesi dengan masa depan.

Hubungan-hubungan… karir… kesehatan… kekayaan… kematian… pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan mendenominasi pemikiran manusia. Tiga bentuk dasar meramalkan masa depan (selain menebak-nebak) adalah:

  1. Perkiraan (Oleh para pakar) – Ramalan-ramalan akan efek-efek dari sebab-sebab – berdasarkan pengalaman dan pemahaman (cara ini didukung oleh Alkitab).
  2. Tenungan (Oleh dukun dan sejenisnya) – Ramalan-ramalan yang berdasar pada informasi supranatural yang berasal bukan dari Tuhan (dilarang oleh Alkitab).
  3. Nubuat (Oleh para nabi) — Ramalan-ramalan yang berdasar pada informasi yang diterima dari Tuhan (direkomendasikan oleh dan terdapat dalam Alkitab).

Pakar-pakar bisa salah. Para dukun sering salah. Para nabi tidak pernah, tidak pernah salah. Begitu pentingnya peran para nabi alkitabiah sehingga mereka dibunuh bila membuat kesalahan dalam sebuah nubuat.

Pentingnya nubuat ditekankan dalam Alkitab dengan perintah untuk :

  1. Menguji segala sesuatu… termasuk kitab-Kitab Suci dan orang-orang.
  2. Menggunakan nubuat… untuk menentukan apakah sesuatu berasal dari Tuhan.

Alkitab terbuka terhadap serta dapat digunakan untuk pengujian nubuat. Lebih dari 1000 nubuat mengisi Alkitab. Nubuat-nubuat ini adalah tentang orang-orang, tempat-tempat dan peristiwa-peristiwa — nubuat-nubuat tepat yang dibuat berabad-abad sebelum penggenapannya.

Kita bisa memilih untuk menerima atau menolak pesan Alkitab. Para dokter memberitahu kita bagaimana memperpanjang hidup kita, dan para insinyur memberitahu cara membangun jembatan. Kita biasanya meminta nasihat dari pakar-pakar seperti itu. Namun para dokter dan insinyur kadang-kadang salah. Alkitab memberitahu kita bagaimana caranya meraih kehidupan penuh di Bumi dan untuk kekekalan. Nubuat membantu memverifikasi bahwa Alkitab tidak pernah salah. Kita sungguh bodoh bila menolaknya.

Standar-standar keberhasilan manusia:

  • Memiliki rata-rata pukulan 40 % dalam bisbol professional.
  • Berhasil meramalkan para pemenang pertandingan futbol sebanyak 75 persen sepanjang satu musim.
  • Melempar koin 100 kali dan dengan benar meramalkan kepala atau ekor sebanyak 60 persen.
  • Dengan tepat meramalkan kandidat yang menang dalam tiga dari empat pemilihan presiden mendatang.
  • Dalam 100 perbandingan berbeda dari dua saham yang sangat mirip, dengan tepat memilih yang nilainya paling baik selama periode 12 bulan sebesar 70 persen.

Standar-standar keberhasilan Tuhan:

  • 100 persen – sama sekali tidak ada kesalahan dalam nubuat apapun, tidak peduli betapa ajaib atau luar biasa itu kelihatannya.
  • Satu kesalahan oleh seorang nabi harus dihukum dengan kematian.

Nubuat-Nubuat – “Bukti” Statistik

Walaupun sejarah tak akan pernah dapat “terbukti”, probabilitas statistik yang luar biasa sering dipandang sebagai “bukti” oleh para ilmuwan dan matematikawan. Dari sudut pandang statistik, keterlibatan Tuhan dalam kehidupan Yesus adalah “PASTI.

Sebagaimana diindikasikan sebelumnya, nubuat-nubuat yang terdapat dalam Perjanjian Lama ditulis lama sebelum kelahiran Yesus. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati memberikan bukti tak terbantahkan bahwa laporan-laporan tersebut tidak diutak-atik selama berabad-abad. Dari 469 nubuat sejarah yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang harus digenapi, 467 telah diverifikasi sebagai nubuat yang sudah digenapi (kita tidak memiliki catatan akan penggenapan dua yang lainnya). Mungkin yang paling memikat adalah nubuat-nubuat mengenai Yesus.

Siapakah nenek moyang Yesus menurut nubuat Alkitab:

  • Daud : 2 Samuel 7:12-16; Yeremia 23:5.
  • Isai : Yesaya 11.
  • Yehuda : Yesaya 11 .
  • Yakub : Kejadian 35:10-12; Bilangan 24:17.
  • Ishak : Kejadian 17:16; 21:12.
  • Abraham : Kejadian 12:3; 22:18.
  • Sem : Kejadian 9:26, 27; 10.

Apa :

  • Seorang perawan melahirkan : Yesaya 7:14.
  • Kelahiran Juruselamat kekal : Yesaya 9:6,7.
  • Juruselamat bagi Bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi : Yesaya 49:6.
  • Pembuat mukjizat : Yesaya 29:18; 35:5,6.
  • Ditolak oleh orang-orang Yahudi : Yesaya 53:1-3; Mazmur 118:22; Matius 21:42-46.

Di mana :

  • Kota kelahiran Yesus : Mikha 5:2 menyatakan bahwa Yesus akan dilahirkan di Betlehem, di Efrata (tepatnya, Yudea – ada di Betlehem lain yang lebih dekat dengan rumah Yusuf di Nazaret).

Kapan :

  • Nubuat tanggal minggu palem : Daniel 9:20-27.

Walaupun nubuat Daniel ini rumit sebelum dipahami, nubuat yang dibuat sekitar tahun 535 SM. ini meramalkan saat terakhir Yesus masuk ke Yerusalem sampai pada hari-Nya. Nubuat ii menyatakan “Tujuh Puluh Tujuh” Daniel :

  • 69 kali 7 (tahun) akan berlaku sejak dekrit untuk membangun Yerusalem sampai kedatangan “Dia yang Diurapi” (disebut Messiah – dalam bahasa Ibrani). Ini merupakan tanggal masuknya Yesus ke Yerusalem pada Minggu Palem.
  • Setelah waktu itu Dia yang Diurapi akan diputus (kata Ibrani yikaret, bermakna kematian yang tiba-tiba dan kejam – semacam penyaliban)
  • Sejak saat itu kota Yerusalem dan bait suci akan dimusnahkan.

Nubuat: Daniel, seorang Ibrani, menerima wahyu nubuatan pada tahun 535 SM. Dengan menggunakan definisi tahun Ibrani (360 hari) kita mendapatkan:

69 kali 7 tahun = 173.880 hari

Dekrit untuk membangun kembali Yerusalem dikeluarkan oleh Artahsasta pada tanggal 14 Maret 445 SM (Hari pertama bulan Nisan tahun itu – Nehemia 2:1-6).

Dengan menggunakan kalendar 365 hari, serta penyesuaian untuk tahun-tahun kabisat dan penyesuaian ilmiah akhir (tahun kabisat jatuh setiap 128 tahun), kita mendapati bahwa jumlah hari-hari ini membawa kita tepat pada:

6 April 32 M.

Sejarah: Pelayanan Yesus dimulai pada tahun ke lima belas pemerintahan Kaisar Tiberius (Lukas 3:1), yang pemerintahannya dimulai tahun 14 M. Suatu analisis kronologis atas pelayanan Yesus menunjukkan bahwa tiga tahun membuat minggu terakhir jatuh pada tahun 32 M.

The Royal Observatory di Greenwich, Inggris, mengkonfirmasi bahwa tanggal hari Minggu sebelum Paskah tahun itu adalah…

6 April 32 M.

Unsur-unsur nubuat lain yang juga digenapi:

  • Yesus disalibkan 3 ½ hari kemudian.
  • Roma memusnahkan kota Yerusalem dan bait suci pada tahun 70 M.

Nubuat-nubuat lain:

  • Raja yang menunggang seekor keledai (Zakharia 9:9)
  • Menderita dan ditolak (Yesaya 53:1-3)
  • Disalib dan ditusuk (Mazmur 22:16)
  • Undi dibuang untuk pakaiannya (Mazmur 22:18)
  • Tidak ada tulang yang patah (Mazmur 34:21)
  • Diberi empedu dan anggur (Mazmur 69:20-22)
  • Ditikam dengan sebatang tombak (Zakharia 12:10)
  • Semua keturunan melayani Dia (Mazmur 22:30)
  • Dikhianati oleh seorang sahabat (Mazmur 41:9)
  • Untuk 30 keping uang perak (Zakharia 11:12, 13)
  • Perak itu dilemparkan di lantai bait suci, lalu digunakan untuk membeli tanah tukang periuk (Zakharia 11:13)

Para pakar statistik memperkirakan bahwa probabilitas semua nubuat ini menjadi nyata dalam seorang manusia siapa saja adalah kira-kira 1 kemungkinan dalam 10 pangkat 99 – kurang dari kemungkinan untuk dengan tepat memilih satu elektron dari semua zat di alam semesta, atau intinya nol tanpa campur tangan ilahi.

NUBUAT-NUBUAT YESUS

Nubuat-nubuat yang dibuat Yesus sendiri sangat penting karena:

  1. Keakuratan yang sempurna memverifikasi bahwa nubuatan-nubuatan tersebut “berasal dari Tuhan” (Ulangan 18:19-22)
  2. Karena Ia menyatakan diri sebagai Mesias dan Anak Allah, nubuatan-nubuatan tersebut memverifikasi pernyataan-pernyataan Yesus Kristus.

Nubuat dari Yesus meliputi beberapa nubuat yang segera diverifikasi oleh orang-orang di sekeliling-Nya (misalnya, Yesus memberitahu seorang perwira bahwa hambanya akan sembuh – Matius 8:5-13). Nubuat-nubuat lain merujuk pada penghakiman, pada Sorga, atau pada akhir zaman. Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya nubuat akan kematian dan kebangkitan-Nya sehingga ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi, mereka percaya bahwa Ialah sang Mesias (Yohanes 13:19). Bangsa Yahudi menyadari bahwa hanya Tuhan yang mengetahui masa depan.

Nubuat-nubuat Yesus tentang kebangkitan-Nya :

  1. Bahwa Ia akan dikhianati (Matius 26:21; Markus 14:17-21; Lukas 22:21,22)
  2. Siapa yang akan mengkhianati Dia
  3. Kapan Ia akan dikhianati
  4. Bahwa murid-murid-Nya akan meninggalkan-Nya.
  5. bahwa Petrus akan menyangkal Dia tiga kali (Matius 26:33,34; Markus 14:29,30; Lukas 22:31-34)
  6. Bahwa Ia akan disalibkan (Yohanes 3:14-16; 12:32-34)
  7. Bahwa Ia akan mati dan kemudian dibangkitkan:
  • Nubuat pertama (Matius 16:21-28; Markus 8:31-9:1; Lukas 9:21-27)
  • Nubuat kedua (Matius 20:17-19; Markus 10:32-34; Lukas 18:31-34)
  • Nubuat ketiga (Matius 26:2-5; Markus 14:1-9)
  1. Bahwa pada hari ke-tiga Ia akan bangkit dari kematian
  2. Bahwa Ia akan kembali dari kematian untuk menemui murid-murid di Galilea.

MENGAPA ORANG-ORANG MENOLAK YESUS ?

Bukti-bukti mengenai Yesus begitu berlimpah sehingga rasanya luar biasa bahwa banyak orang masih menolak Dia. Betapapun, janji-janji akan kehidupan kekal di Sorga bukanlah janji-janji yang buruk… dan janji-janji itu mudah dan cuma-cuma. Penolakan terhadap sang Mesias, bagaimanapun juga, seharusnya tidak mengejutkan. Hal itu sudah banyak dinubuatkan (Yesaya 53:1-3; Mazmur 118:22; Matius 21:42-46; Lukas 16:19-31).

Ketidaktahuan – Mungkin Alasan terbesar untuk tidak percaya kepada Yesus adalah ketidaktahuan. Kebanyakan orang menggunakan terlalu sedikit waktu untuk menyelidiki kepercayaan religius mereka. Akibatnya, pendapat dunia sering menjadi dasar isu terpenting dalam kehidupan ini. Kepercayaan religius mungkin berasal dari kepercayaan keluarga, teman, atau gereja yang dominan dalam komunitas. Namun pada akhirnya, tidak peduli apa alasannya jika Anda salah. Juga tidak peduli walaupun Anda bersungguh-sungguh. Seperti yang sangat sering ditunjukkan sejarah, orang-orang dapat menjadi sangat sungguh-sungguh, namun sungguh-sungguh salah.

Apatis – Acapkali orang-orang memiliki perasaan aman yang salah bahwa Tuhan akan memelihara semua orang. Pemikiran ini kadang kala disertai pemikiran bahwa Neraka tidak ada, atau bahwa Tuhan bagaimanapun juga akan mengirim semua orang yang “berusaha menjadi baik” ke Sorga. Ini bukanlah apa yang Alkitab ajarkan. Alkitab mengungkapkan bahwa janji-janji Tuhan disediakan bagi umatnya dan ada banyak alasan mengapa yang lain-lain “tidak mendengar” (Matius 13:11-43). Kenyataan dan kengerian Neraka dinyatakan dengan jelas, termasuk sempitnya jalan yang menuju Sorga (Matius 7:13).

Ketakutan – Beberapa orang takut bahwa menjadi seorang Kristen berarti “meninggalkan kesenangan” atau menjalani kehidupan yang aneh dan terkucil tanpa teman-teman. Tidak tercantum sama sekali di manapun dalam Alkitab bahwa kita harus mengawali kehidupan yang membosankan dan tidak berkumpul dengan orang lain. Alkitab menyatakan kebalikannya. Alkitab menjanjikan bahwa mengenal Yesus akan membuat kita “mempunyai hidup dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10). Dan bukan hanya kebebasan semacam itu yang akan membuat kita bersenang-senang dengan teman-teman; Alkitab juga mengatakan bahwa para malaikat di Sorga “bersukacita” ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan.

Tradisi – Orang-orang cenderung mengadopsi kepercayaan orang tua mereka, bahkan meskipun kepercayaan-kepercayaan tersebut salah. Alasan untuk menolak Yesus ini seringkali merupakan yang paling kuat. Namun kita bertanggung jawab atas tindakan kita masing-masing. Bahkan masyarakat tidak memasukkan orang tua ke penjara karena kejahatan anak-anak mereka. Yesus tahu bahwa Ia akan, kadang-kadang, menyebabkan orang-orang terpisah dari kepercayaan tradisional keluarga (Matius 10:21, 22).

Pengaruh Kejahatan

Agar dapat sepenuhnya memahami mengapa orang-orang menolak Yesus, kita harus menyadari keberadaan agen-agen kejahatan yang supranatural, yang sama nyatanya dengan Tuhan dan agen-agen kebaikan. Alkitab secara luas mengakui setan-setan, Iblis, dan pengaruh jahat yang menyesatkan. Tujuan setan adalah melakukan apapun yang diperlukan untuk menarik orang-orang menjauh dari Yesus. Yang diperlukan hanyalah satu langkah keluar dari jalan, seperti “jenis” Yesus yang berbeda atau kekeras-kepalaan untuk tidak meminta Dia memimpin kehidupan kita. Dunia penuh dengan upaya-upaya jahat semacam itu yang berusaha menarik kita menjauh dari Yesus. Namun bila kita sungguh-sungguh meminta kepada Tuhan untuk mengungkapkan kebenaran, kita akan dapat mengatasinya.

JAWABAN ATAS PERTANYAAN-PERTANYAAN UMUM

Bagaimana Kita Mengetahui bahwa Alkitab Akurat ?

Pertama, integritas manuskrip-manuskrip Alkitab asli telah didemonstrasikan oleh sejumlah besar manuskrip yang disalin dengan persis pada masa kehidupan para saksi mata dan diverifikasi sebagai manuskrip-manuskrip yang tidak mengalami perubahan oleh gulungan-gulungan Kitab Laut Mati.

Kedua, Arkeologi telah menunjukkan konsistensi menyeluruh Alkitab dengan apa yang kita kenal sebagai sejarah dunia.

Ketiga, ratusan nubuat kuno yang terdapat dalam Alkitab, menunjukkan keakuratan 100 persen, mengindikasikan adanya panduan ilahi.

Dan akhirnya, Alkitab 100 persen konsisten dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan… yang dikoborasi (koborasi: bukti yang menguatkan) oleh banyak ilmuwan terbaik di dunia saat ini.

Mengapa Beberapa Orang Menyatakan Bahwa Alkitab Mengandung Banyak Kontradiksi ?

Setelah dipertanyakan selama ratusan tahun, keakuratan Alkitab berhasil bertahan dari ujian waktu. Jenis-jenis kesalahpahaman yang muncul adalah :

  1. Detail-detail yang dulunya tampak bertentangan dengan ilmu pengetahuan atau Arkeologi. Seringkali informasi yang kita terlalu terbatas sehingga kita tidak dapat mengetahui apakah Alkitab benar. Selama bertahun-tahun para sarjana percaya bahwa Bumi datar, sementara Alkitab mengindikasikan bentuk bola. Demikian juga, para kritikus mencemooh penyebutan bani Het awal, atau kota-kota seperti Sodom dan Gomora – yang dipikir tidak ada, namun kini diverifikasi sebagai fakta. Para ilmuwan baru-baru ini “membuktikan” definisi Einstein tentang alam semesta (konsisten dengan Alkitab), yang menggantikan pandangan Newton yang lebih terbatas. Daftar ini terus berlanjut dan terus. Saat Arkeologi dan ilmu pengetahuan mengungkap lebih banyak, Alkitab diverifikasi dan tidak terbukti salah.
  2. Laporan-Laporan berbeda oleh penulis-penulis berbeda. Detail-detail yang terdapat dalam Injil-Injil yang berbeda mulanya tampak bertentangan. Bagaimanapun juga laporan-laporan tersebut sekedar melaporkan peristiwa-peristiwa dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Misalnya Matius mencatat bahwa Maria Magdalena dan “Maria yang lain” pergi ke kubur. Markus mencatat Maria Magdalena dan Maria, ibu Yakobus, dan Salome. Lukas mencatat “perempuan-perempuan”, dan Yohanes mencatat Maria Magdalena. Apakah laporan-laporan itu bertentangan ? Tidak. Orang-orang berbeda mencatat fakta-fakta berbeda. Bila ditempatkan saling berdampingan, laporan-laporan tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap akan apa yang terjadi.

Apakah Sorga dan Neraka Nyata ?

Alkitab secara luas menuturkan tentang Sorga, Neraka, Iblis, malaikat-malaikat, dan setan-setan. Survey menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang percaya pada Sorga daripada Neraka. Beberapa agama non-alkitabiah bahkan menyangkal bahwa Neraka ada. Namun, Yesus sebenarnya lebih banyak berbicara tentang Neraka daripada tentang Sorga. Jadi tidaklah bijaksana untuk mengabaikan Neraka. Perumpamaan Yesus dalam Lukas 16:19-31 memberikan kita peringatan yang sangat jelas mengenai Sorga dan Neraka.

Apa yang Dikatakan Alkitab tentang Sorga dan Neraka
S O R G A N E R A K A
Luar biasa indah(2 Korintus 12:1-4) Siksaan Kekal(Markus 9:43-49)
Sepadan dengan melepaskan segala-galanya (Matius 13:44-46) Keterpisahan dengan Tuhan(Lukas 16:19-31)
Tempat di mana Tuhan Berdiam(Ulangan 26:15) Tempat di mana Iblis Berdiam(Wahyu 20:10)
Sempurna – tanpa penderitaan(Wahyu 21:1-4) Penuh Penderitaan(2 Petrus 2:4-9)

Akan tampak indah jika hanya ada jalan ke Sorga tanpa ke Neraka. Tidak mengejutkan, nabi-nabi palsu merancang agama menurut hasrat manusia yang berusaha menjauh dari Neraka, atau menyakinkan orang-orang bahwa mereka dapat menjadi “Tuhan” . Alkitab secara spesifik berkenaan dengan jalan ke Sorga, dan mengindikasikan bahwa jalan-jalan yang lain menuju ke Neraka.

Bagaimana Kita dapat Mengetahui Agama Mana yang Benar ?

Tidak ada agama yang “benar” di dalam dan akan dirinya sendiri. Alkitab adalah tentang hubungan manusia dengan Tuhan – cara yang benar dan cara yang salah. Agama apapun yang sepenuhnya konsisten dengan pengajaran Alkitab adalah benar. Sedangkan yang bertentangan dengan pengajaran Alkitab adalah agama yang salah.

Jadi dapat dipercayanya Alkitab sebagai garis pedoman sifatnya sangat vital. Seperti sudah diindikasikan, manuskrip-manuskrip Alkitab asli merupakan mukjizat di dalam dan akan dirinya sendiri. Bukti bahwa Alkitab dapat dipercaya mencakup :

  1. Ledakan tulisan yang dapat dipercaya dan koroboratif.
  2. Dapat diverifikasinya manuskrip-manuskrip Alkitab pada masa itu oleh para saksi mata
  3. Kematian para saksi mata karena kesaksian yang dapat mereka tegaskan kebenarannya
  4. Banyak orang lain, yang dapat mengetahui fakta-fakta sejarah, juga mati karena kepercayaan-kepercayaan yang sama.

Jika Perjanjian Baru benar, maka Perjanjian Lama juga secara luas diverifikasi oleh Yesus (Lukas 16:16, 17) oleh lebih dari 700 rujukan silang, oleh bukti gulungan-gulungan Kitab Laut Mati, dan oleh “bukti matematis” ratusan nubuat.

Masalah mulai timbul ketika orang-orang mulai mengubah atau menambahi Alkitab. Beberapa hal akan mengindikasikan bahwa “inspirasi” semacam itu tidak berasal dari Tuhan. Pertama, Alkitab memerintahkan kita untuk tidak menambah, menghapus atau mengubahnya (Wahyu 22:18, 19). Kedua, Yesus memverifikasi bahwa Alkitab tidak akan berubah (Lukas 16:17). Dan Ketiga, mengapa Tuhan yang sempurna perlu mengubah Firman-Nya yang orisinil dan sempurna ? Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jalan ke Sorga didefinisikan sebagai Kristus: Yohanes 14:6-9, Matius 27:51-53, Yohanes 3:16, Efesus 2:8, Kisah Para Rasul 4:12, Kolose 1:15-23, Yohanes 6:48-58, Ibrani 10:26-31.

Menghindari tuhan-tuhan palsu – Alkitab memberi peringatan atas Tuhan-Tuhan palsu berikut ini:

  1. Tuhan yang bukan Tuhan semesta alam yang esa (yang tidak memiliki rekan yang setara – termasuk manusia) bukanlah Tuhan Alkitab (1 Timotius 2:5; Yesaya 44:6).
  2. Tuhan yang tidak bermanifestasi sebagai Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, bukanlah Tuhan Alkitab (Lukas 12:8-10; Yohanes 1:1, 2, 14; Kisah Para Rasul 5:3, 4).
  3. Tuhan yang tidak memproklamirkan Yesus Kristus sebagai korban puncak untuk menebus mereka yang menyerahkan diri kepada-Nya bukanlah Tuhan Alkitab (Matius 27:51-53; Markus 14:24; Yohanes 6:48-58; Kisah Para Rasul 4:12; Kolose 1:15-23).

Bagaimana Kita Dapat Memastikan Hubungan yang Benar dengan Tuhan Sehingga kita Dapat Pergi ke Sorga ?

Ketika Yesus mengatakan bahwa tidak semua orang yang menggunakan nama-Nya akan masuk ke dalam Sorga (Matius 7:21-23), Ia sedang merujuk pada orang-orang yang berpikir bahwa menggunakan nama Kristus beserta ritual-ritual dan aturan-aturan merupakan kunci ke Sorga. Hubungan dengan Tuhan tidak berasal pada ritual dan aturan. Hubungan dengan Tuhan berdasar pada kasih karunia, pengampunan dan jenis hubungan yang benar dengan Dia.

Bagaimana Cara Memiliki Hubungan Pribadi dengan Tuhan ?

  1. Percayalah bahwa Tuhan ada dan ia datang ke Bumi dalam wujud manusia Yesus Kristus (Yohanes 3:16; Roma 10:9).
  2. Terimalah pengampunan atas dosa dari Tuhan secara cuma-cuma melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus (Efesus 2:8-10; 1:7, 8).
  3. Beralihlah pada rencana Tuhan untuk kehidupan (1 Petrus 1:21-23; Efesus 2:1-5)
  4. Ekspresikanlah bahwa Anda ingin Kristus memimpin kehidupan Anda (Matius 7:21-27; 1 Yohanes 4:15).

Lalu Apa ?

Mereka yang dengan sungguh-sungguh mengambil langkah-langkah ini secara otomatis menjadi anggota keluarga Tuhan yang terdiri dari orang-orang percaya. Sebuah dunia kebebasan dan kekuatan baru kini tersedia melalui doa dan ketaatan pada kehendak Tuhan. Orang-orang baru dapat membangun hubungan mereka dengan Tuhan dengan mengambil langkah-langkah berikut ini:

  1. Bergabunglah dengan sebuah Gereja (yang berdasar pada Alkitab) yang Anda sukai dan hadirilah Gereja itu secara teratur.
  2. Cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk berdoa dan membaca Alkitab.
  3. Bersekutulah dengan orang-orang Kristen lainnya secara teratur.

Janji Tuhan Kepada Orang-Orang Percaya:

Untuk Masa Kini:

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu (yakni semua yang memuaskan Anda-red) akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Untuk Kekekalan:

“Barang siapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yohanes 3:36)

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar