Selasa, 26 Oktober 2010

Apakah Islam dan Syariah Lebih Memiliki Kemiripan Dengan Ideologi Nazi Daripada Agama?

Sejak aksi keji yang dilakukan oleh para teroris Muslim dari Timur Tengah pada tanggal 11 September 2001 atas nama Islam, masyarakat Amerika Serikat dan Barat memperdebatkan apakah Islam adalah “Sebuah agama damai” atau lebih sebagai sebuah ideologi totalitarian yang dibungkus dengan jubah agama. Sayangnya, terlihat bahwa Qur’an, Syariah, dan serangan teroris Islam dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir, mengindikasikan bahwa Islam benar-benar merupakan sebuah ideologi totalitarian yang terlibat dalam usaha untuk menaklukkan seluruh dunia, sama seperti yang pernah dilakukan oleh Naziisme. Perbedaan utama adalah, jika Nazi didasarkan pada afiliasi rasial – Islam didasarkan pada afiliasi religius.

Apakah Islam dan Syariah Lebih Memiliki Kesamaan Dengan Ideologi Nazi Daripada Dengan Agama? Atau “Islam Uber Alles”


Selasa, 19 Oktober 2010

Geertz Wilders: Berpidato di Berlin

Para Sahabat yang kekasih,

Saya sangat senang berada di Berlin pada hari ini. Seperti yang saudara-saudara ketahui, undangan yang disampaikan kepada saya oleh sahabat saya René Stadtkewitz, telah mengakibatkan ia kehilangan keanggotaannya di kelompok CDU di Parlemen Berlin. Namun demikian, René tidak menyerah terhadap tekanan itu. Ia tidak mengkhianati keyakinan-keyakinannya. Pemecatannya tersebut telah mendorongnya untuk mendirikan sebuah partai politik baru. Saya mengucapkan selamat padanya dan mendoakannya agar mendapatkan semua yang terbaik. Seperti yang telah saudara-saudara dengar, beberapa minggu terakhir ini saya sangat sibuk. Pada awal minggu ini kami berhasil membentuk sebuah pemerintahan minoritas yang terdiri dari kaum liberal dan Kristen demokrat yang akan didukung oleh partai saya. Ini adalah sebuah peristiwa yang bersejarah bagi negara Belanda. Saya sangat bangga karena saya juga telah membantu hingga ini dapat terwujud. Pada saat ini juga konferensi partai Kristen Demokrat sedang memutuskan apakah mereka akan menyetujui koalisi ini atau tidak. Jika mereka menyetujuinya, kita akan dapat membangun kembali negara kita, memelihara identitas nasional kita dan memberikan masa depan yang lebih baik kepada anak-anak kita.


Jumat, 10 September 2010

Pemerintah Cina Menangkap Empat Orang Muslim Setelah Serangan Bom Jihad

Tidak diragukan lagi ada kemarahan atas penentangan terhadap rencana pembangunan Mega-Mesjid yang melambangkan supremasi Islam di Ground Zero. Inilah alasan mengapa orang-orang Muslim seperti Reza Aslan mendidih dengan kemarahan hari-hari ini, bukankah demikian? Atau apakah karena serangan Israel terhadap Gaza? Tidak, itu adalah kemarahan tahun lalu. Apakah anda mencatatnya – sebagaimana yang seringkali saya perlihatkan – bahwa meskipun alasan selalu berbeda, tetapi kemarahan, dan hasil dari jihad itu selalu bersifat konstan? “Polisi menangkap empat orang setelah terjadinya serangan bom di wilayah Barat Cina yang banyak dihuni oleh orang-orang Muslim,” demikian laporan Associated Press, tertanggal 25 Agustus 2010.

Selasa, 31 Agustus 2010

Heboh Film Iran: Tiru film Yesus, Nabi Muhammad Diperankan Aktor Film

Setelah sukses menggarap lebih dari satu proyek film, kini sutradara asal Iran, Majid Majidi, berpacu dengan waktu untuk memproduksi film layar lebar tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan sejarah nabi secara umumnya. Namun langkahnya menghadapi banyak permasalahan dan benturan dengan beberapa fatwa. Fatwa yang terbaru dikeluarkan oleh Al-Azhar yang mengharamkan visualisasi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para shahabat yang mulia. Meski demikian, sutradara Iran yang namanya meroket setelah menyutradarai film laris “Children of Heaven” ini tetap melakukan persiapan intensif untuk memfilmkan Nabi Muhammad. Babak pertama film tersebut memfokuskan kepada masa kecil Nabi sebelum usia dua belas tahun, lalu diikuti dengan serangkaian film yang memaparkan seluruh fase kehidupan Rasulullah yang mulia.

Jumat, 30 Juli 2010

Mengapa Geert Wilders Menjadi Seorang yang Sangat “Anti-Islam”?

Mengapa Geert Wilders “anti-Islam,” dan apa pesannya pada orang-orang Muslim?

Pejuang kebebasan Geert Wilders membuat sebuah pernyataan penting dan mencerahkan di MuslimsDebate.com: “Mengapa ia menjadi anti-Islam dan apa pesannya kepada orang-orang Muslim?”

Saya pertama kali mengunjungi sebuah negara Islam pada tahun 1982. Usia saya pada waktu itu 18 tahun dan saya bepergian dengan seorang teman keturunan Belanda dari Eilat di Israel, ke sebuah resort Laut Merah Mesir Sharm-el-Sheikh. Kami berdua bepergian dengan ransel dan uang kami sangat terbatas pada waktu itu. Saya masih ingat akan impresi pertama saya mengenai Mesir: saya takjub atas keramahan, sikap bersahabat dan suka menolong dari orang-orangnya.

Saya juga ingat impresi kedua yang kuat yang saya rasakan mengenai Mesir: Hal yang mengejutkan saya adalah bagaimana orang-orang yang sangat bersahabat dan ramah ini kemudian menjadi sangat ketakutan.

Selagi kami ada di Sharm el-Sheikh, President Mubarak mengunjungi tempat ini.